Artikel

The Witcher 4 Makin Panas, Ciri Jadi Tokoh Utama dan Jadwal Rilis Masih Jadi Tanda Tanya

The Witcher kembali menjadi salah satu topik paling panas di dunia game. Setelah bertahun-tahun ditunggu, CD Projekt Red akhirnya membuka era baru lewat The Witcher 4, game yang sebelumnya dikenal dengan codename Project Polaris. Bukan sekadar lanjutan biasa, game ini diposisikan sebagai awal dari saga baru dalam semesta The Witcher.

Yang membuat kabarnya semakin ramai adalah keputusan CD Projekt Red menjadikan Ciri sebagai protagonis utama. Artinya, era Geralt sebagai tokoh utama trilogi lama sudah bergeser, sementara Ciri kini menjadi wajah baru untuk masa depan franchise ini.

The Witcher 4 Sudah Resmi Diumumkan

The Witcher 4 resmi diperlihatkan lewat cinematic reveal trailer di The Game Awards 2024. Dalam trailer berdurasi hampir enam menit itu, CD Projekt Red menampilkan Ciri yang menjalani kontrak witcher di sebuah desa terpencil yang diteror monster dan ritual pengorbanan manusia.

CD Projekt Red menyebut The Witcher 4 sebagai game single-player open-world RPG. Game ini dikembangkan menggunakan teknologi Unreal Engine 5 yang sudah dikustomisasi, menggantikan REDengine yang sebelumnya dipakai untuk The Witcher 3 dan Cyberpunk 2077.

Dari sisi arah cerita, The Witcher 4 akan menjadi awal saga baru. Ini bukan sekadar cerita tambahan kecil, melainkan fondasi untuk fase besar berikutnya dari dunia The Witcher.

Ciri Jadi Protagonis, Bukan Lagi Geralt

Keputusan menjadikan Ciri sebagai karakter utama langsung memicu diskusi besar di komunitas. Sebagian fans menyambutnya dengan antusias karena Ciri memang punya posisi penting dalam lore The Witcher. Ia bukan karakter sampingan biasa, melainkan sosok yang sejak lama menjadi pusat konflik besar dalam cerita Geralt, Yennefer, dan dunia politik Continent.

Game Director Sebastian Kalemba menjelaskan bahwa CD Projekt Red memang sudah lama ingin menjadikan Ciri sebagai jantung cerita The Witcher 4. Studio ingin mengeksplorasi makna menjadi seorang witcher lewat perjalanan Ciri sendiri.

Trailer juga memperlihatkan Ciri dengan kemampuan baru. Ia tidak hanya bertarung memakai pedang, tetapi juga terlihat menggunakan rantai dan kekuatan magis yang lebih maju. Ini membuka kemungkinan gameplay yang berbeda dari Geralt. Jika Geralt lebih identik dengan gaya witcher klasik, ramuan, sign, dan pedang, Ciri punya ruang lebih luas untuk mekanik combat yang lebih cepat, fleksibel, dan magis.

Kovir dan Valdrest Mulai Diperlihatkan

Update besar lain datang dari presentasi Unreal Engine 5 tech demo The Witcher 4 di State of Unreal 2025. CD Projekt Red bersama Epic Games memperlihatkan demo teknologi yang mengikuti Ciri dalam sebuah monster contract di wilayah Kovir.

Kovir menjadi menarik karena wilayah ini belum pernah tampil langsung sebagai lokasi utama dalam game The Witcher sebelumnya. Dalam demo tersebut, Ciri terlihat bersama kudanya, Kelpie, melintasi pegunungan, hutan lebat, hingga menuju kota pelabuhan bernama Valdrest.

CD Projekt Red menegaskan bahwa demo ini bukan gameplay final The Witcher 4. Namun, demo tersebut menunjukkan fondasi teknologi yang akan dipakai untuk membangun open-world game ini. Presentasi itu berjalan di PlayStation 5 dengan target 60 FPS, memakai teknologi seperti Nanite Foliage, MetaHuman, Mass AI crowd scaling, dan sistem animasi Unreal baru.

Kenapa Isu Rilisnya Jadi Panas?

Pertanyaan terbesar saat ini jelas: The Witcher 4 rilis kapan?

CD Projekt belum mengumumkan tanggal atau window rilis resmi. Namun dalam laporan dan sesi tanya jawab investor, perusahaan menyatakan bahwa The Witcher 4 tidak direncanakan rilis sebelum akhir 2026. Pernyataan ini menutup kemungkinan rilis 2026 dan membuat prediksi publik bergerak ke 2027 atau lebih jauh.

Awalnya, banyak analis dan fans memperkirakan The Witcher 4 bisa hadir pada 2027. Namun situasinya berubah setelah CD Projekt mengumumkan ekspansi baru untuk The Witcher 3: Wild Hunt berjudul Songs of the Past, yang dijadwalkan rilis pada 2027.

Ekspansi baru ini membuat sebagian analis mempertanyakan apakah The Witcher 4 justru akan mundur ke 2028. Reuters melaporkan bahwa pengumuman Songs of the Past memunculkan spekulasi bahwa peluncuran The Witcher 4 bisa terdorong ke 2028, bukan 2027 seperti ekspektasi pasar sebelumnya.

Songs of the Past Jadi Jembatan Sebelum The Witcher 4

The Witcher 3: Wild Hunt – Songs of the Past menjadi kejutan besar karena hadir lebih dari satu dekade setelah The Witcher 3 pertama kali rilis. Ekspansi ini akan menjadi ekspansi cerita ketiga setelah Hearts of Stone dan Blood and Wine.

CD Projekt menyebut ekspansi ini akan hadir pada 2027 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Menariknya, ekspansi ini kembali menampilkan Geralt of Rivia sebagai tokoh utama dan dikembangkan bersama Fool’s Theory, studio yang berisi veteran yang pernah mengerjakan The Witcher 3.

Secara strategi, Songs of the Past terasa seperti jembatan. Di satu sisi, CD Projekt masih menjaga warisan Geralt dan The Witcher 3 tetap hidup. Di sisi lain, mereka sedang menyiapkan transisi besar menuju Ciri sebagai wajah utama The Witcher 4.

Bagi fans lama, ekspansi ini bisa menjadi semacam “perpisahan tambahan” dengan Geralt sebelum franchise benar-benar masuk ke era baru.

CD Projekt Lebih Hati-Hati Setelah Cyberpunk 2077

Salah satu alasan kenapa CD Projekt tidak terburu-buru mengumumkan tanggal rilis The Witcher 4 adalah pengalaman pahit Cyberpunk 2077. Saat rilis pertama kali, Cyberpunk 2077 mendapat kritik besar karena masalah performa dan bug, terutama di console generasi lama.

Sejak itu, CD Projekt tampak jauh lebih hati-hati. Mereka tidak lagi mudah mengumumkan tanggal rilis jauh-jauh hari sebelum yakin dengan kondisi game. Untuk The Witcher 4, strategi ini terlihat jelas. Mereka sudah memperlihatkan trailer, teknologi, dan arah cerita, tetapi belum memberikan tanggal pasti.

Langkah ini masuk akal. The Witcher 4 membawa beban ekspektasi yang sangat besar. The Witcher 3 dianggap sebagai salah satu RPG open-world terbaik sepanjang masa, sehingga penerusnya harus datang dengan kualitas yang benar-benar matang.

Kemungkinan Rilis: 2027 atau 2028?

Jika melihat data resmi, 2026 sudah hampir pasti keluar dari daftar. CD Projekt sendiri menyatakan The Witcher 4 tidak akan rilis sebelum akhir 2026. Maka kemungkinan paling cepat adalah 2027.

Namun, peluang 2028 juga cukup kuat. Ada beberapa alasan. Pertama, The Witcher 4 baru masuk produksi penuh setelah fase pre-production selesai. Kedua, game ini memakai Unreal Engine 5 dengan ambisi open-world besar. Ketiga, CD Projekt juga punya proyek besar lain seperti Cyberpunk Orion, The Witcher Remake, Sirius, Hadar, dan ekspansi Songs of the Past.

Dengan ekspansi The Witcher 3 dijadwalkan untuk 2027, CD Projekt kemungkinan tidak ingin dua produk Witcher besar saling bertabrakan terlalu dekat. Karena itu, skenario yang cukup masuk akal adalah Songs of the Past hadir lebih dulu pada 2027, lalu The Witcher 4 menyusul pada 2028.

Untuk saat ini, prediksi paling aman: The Witcher 4 kemungkinan rilis antara 2027 sampai 2028, dengan 2028 terasa semakin realistis jika CD Projekt ingin memberi ruang promosi penuh untuk Songs of the Past dan memastikan kualitas game utama benar-benar matang.

Kesimpulan

The Witcher 4 bukan rumor kosong. Game ini sudah resmi diumumkan, sudah punya trailer, sudah masuk produksi penuh, dan sudah memperlihatkan fondasi teknologi Unreal Engine 5. Ciri akan menjadi protagonis utama, membawa seri ini ke arah baru setelah era Geralt.

Namun soal tanggal rilis, fans masih harus bersabar. CD Projekt belum mengumumkan jadwal resmi, tetapi sudah memastikan The Witcher 4 tidak rilis pada 2026. Dengan adanya ekspansi The Witcher 3: Songs of the Past pada 2027, kemungkinan rilis The Witcher 4 kini mengarah ke 2027 paling cepat, atau 2028 sebagai skenario yang lebih realistis.

Bagi penggemar RPG, ini tetap kabar besar. The Witcher tidak hanya hidup lagi, tetapi sedang disiapkan untuk memasuki babak baru yang lebih gelap, ambisius, dan berpusat pada perjalanan Ciri sebagai witcher.

← Kembali ke Beranda